Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2013

Membumikan Akhlak Islam

Pengertian Akhlak : maanusia diciptakan dalam kebaikan, kesucian, kemuliaan, sebaik-baik ciptaanNya, dan manusia harus memlihara nilai-nilai mulia tersebut. Akhlak mengandung beberapa arti yaitu adat, kebiasaan, tabi’at, perangai dan agama, berasal dari kata khalaqa (menciptakan) dan khaliq (pencipta).
 

Pengertian Ilmu Akhlak : Secara bahasa ilmu akhlak merupakan segala macam ilmu yang ada kaitanya dengan akhlak. Ilmu akhlak adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang sepatutnya diperbuat sebagian orang kepada lainnyadalam pergaulan, menjelaskan sepatutnya dituju manusia dan menunjukkan jalan apa yang selayaknya diperbuat.

Etika : adalah ilmu yang berkenaan dengan suatu hal yang biasa dilakukan atau adat kebiasaan masyarakat manusia. Sebuah tatanan perilaku manusaia berdasarkan suatu sistem tata nilai tertentu di masyarakat.


Moral : adalah yang mengatur hubungan dengan sesamanya yang menyangkut kehormatan tiap pribadi, bersifat praktis dan khusus.


Moral dan agama : agama mempunyai hubungan yang erat dengan moral, hukum/aturan yang ada pada agama sepertihalnya suatu moral.


Moral dan Supermasi Hukum : Imanuel kant berpendapat, moral adalah kesesuain sikap dan perbuatan kita dengan norma hukum batiniyah yaitu apa yang kita pandang sebagai kewajiban manusia terhadap dirinya, tetapi jauh sebelum itu Al-Quran lebih dahulu menjelaskannya.


Hati Nurani : sederhananya hati nurani sebagai salah satu bentuk benghayatan baik atau buruk falam perspektif tingkah laku manusia. Hati nuarani sebagai personal dan adipersonal, hati nurani sebagai norma moral subjektif.


Metaetika : berarti melebihi atau melampaui, artinya implikatif makna yang terkandung di dalamnya mengindikasikan bagaimana ucapan-ucapan manusia dibidang moral.
 

Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu lainnya :
Ilmu jiwa (psikologi), Ilmu Logika, Ilmu Estetika (Keindahan), Ilmu Sosiologi (nilai sosial).
 

Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Akhlak :
1.    Perasaan Akhlak : mengetahui bagaimana seseorang sudah berakhlak atau tidak.
2.    Mitivasi Akhlak : suatu kekuatan sumber kelakuan akhlak (moral action).

3.    Ukuran dan Tujuan Akhlak buruk : untuk mengukr suatu perilaku itu dikatakan baik atau buruk.

Peranan Akhlak Dalam Dunia Modern : Sangat penting dan mendesak serta relevan untuk diperbincangkan, ini dikarenakan tatanan normatif di Indonesia nyaris hilang, terjadinya hantaman gelombang modernitas yang telah mengubah perilaku manusia, maka akhlak berperan sangat penting sekarang ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Jumat, 08 Februari 2013

Agama di Tengah Moderenitas



Pembaruan pemikiran  Islam , Pembaruan dalam kajian keislaman, pembaruan pemikiran mengandung arti pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk mengubah pemahaman lama mengenai agama, institusi, untuk disesuaikan dengan suasana baru. Pembaruan tentang pemikiran ulama terdahulu mengenai Al-quran dan hadist.
Hal yang dibutuhkan dari gagasan pembaruan pemikiran Islam : pemahaman slam secara lebih intelektual dan rasional, pemahaman yang lebih modern, menjadikan Al-Quran dan Hadits sbagai darah, nafas dan jantungnya, pembaruan (fisik,pembangunan,moral,sikap beragama).
Relevansi Bagi Pembangunan di Indonesia : Pentingnya pemahaman agama yang lebih baik, kesadaran plurlistik, manusia menyadari pentingnya usaha yang sunguh-sungguh, penguasaan ilmu dan teknologi, meraih kemajuan bersama Al-Quran dan Hadits.
Fundalisme adalah interpretasi mereka yang rigid dan literalis terhadap doktrin agama.
Intelektual Rabbani Indonesia : Islam konsisten menempatkan kaum intelektual pada posisi yang sangat tepat dalam pembanguna sebuah masyarakat dan peradaban. Kata intelektual digunakan untuk menyebut orang yang terpelajar/cerdik pandai.
Landasan berpikir yang semestinya digunakan intelektual rabbani : Sikap ilmiah dan objektif, Tauhid, Khilafah, tanggung jawab dan moral.
Landasan aksi yang dimiliki intelektual : kebebasan memutuskan demi masa depannya yang lebih baik, kebebasan berfikir, menegakan dzikir.

Intelektual Muslim dan Pembangunan :
Ciri-ciri : mandiri, kritis dan terbuka, mempunyai pendirian yang teguh, peduli terhadap masyarakat, tidak ikut arus, tidak tergiur oleh berbagai godaan dunia, tidak hidup tetisolasi, menghargai pendapat orang lain.
Kemampuan yang harus dikembangkan para intelektual rabbani : Kesadaran dan kemauan yang tinggi, adanya persiapan dan bekal intelektualitas yang memadai, kemampuan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, sikap responsif terhadap berbagai persoalan bangsa, dapat berfikir jernih dan objektif.

Kamis, 07 Februari 2013

Sumber-sumber Dasar Ajaran Agama Islam

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam, yang di dalamnya sudah menyangkut semua aspek-aspek kehidupan bagi umat manusia. Secara Etimologis Al-Qur’an berarti bacaan yang dibaca. Secara Termologis dapat diartikan kalamullah yang mu’jiz, diturunkan kepada nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril.
Isi dan Kandungan Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an berisi tentang semua aspek-aspek dalam kehidupan, seperti : Sistem prekonomian, politik, sosial budaya, ilmu pengtahua, dll. Dan tidak ada satupun yang terlewatkan.
Yang lebih Terperinci lagi, ayat-ayat Al-Qur’an dibagi sesuai kandunganya :
Dasar-dasar keyakinan, Hukum Islam/fiqih, Ketentuan beibadah, Etika umat muslim, Tasawuf dalam Islam, Alam di sekitar manusia, Ajaran sosiologis, Sejarah nabi-nabi.
Keunikan Redaksi Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar Nabi Muhammad, sebagai bukti kebenaran kerasulannya. Keseimbangan redaksi Al-Qur’an telah ditata sedemikian rupa oleh Allah. Al-Qur’an memiliki bukti-bukti yang menjamin otentisitasnya. Al-Qur’an sebagai m’jizat Nabi Muhammad yang berkarakteristik.
Kemu’jizatan Al-Quran secara ma’nawi : Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia, Nabi Muhammad nabi terakhir, Al-Qur’an turun saat akal manusia dianggap sudah dewasa.
Aspek Historis : Sejarah Al-Quran pada masyarakat Arab, generasi sesudah nabi Muhammad untuk memlihara otentitas Al-Qur’an.
Posisi Al-Qur’an dalam studi keislaman : Al-Qur’an merupakan landasan pokok bagi syar’at Islam, mempunyai kedudukan yang tinggi dalam berhujjah, mutlak dan bersifat pasti.
Sunah : Segala sesuatu yang diriwayatkan dari nabi, dan semua yang bersumber    dari rasulullah selain Al-Qur’an, berupa perkataan, perbuatan, dan taqrir.
Kedudukan Sunah : Sunah merupakan sumber ke dua ajaran Islam setelah Al-Qur’an.
Fungsi Sunah : Menegaskan, Memberi penjelasan, Menetapkan suatu hukun, mensahkan hukum-hukun.
Ijtihad : adalah “badl wus’ih wa thaqatih fi thalabihnliyablugha majhudun wa yashilu ila nihayatih” : Pengerahan kesanggupan dan kekuatan dalam melakukan pencarian suatu upaya sampai kepada ujung yang ditujunya.
Persoalan yang tidak dapat diabaikan dalam melakukan ijtihad adalah teerpenuhinya syarat-syarat ijtihad.
Hukun Ijtihad : Menurut para ulama hukum ijtihad adalah wajib ‘ain, wajib kifayah, sunah, bahkan haram, tergantung pada kapasitas orang yang bersangkutan.
Fungsi Ijtihad sebagai penyalur keativitas pribadi atau kelompok dalam merespon peristiwa yang dihadapi sesuai dengan pengalaman mereka.

Manusia dan Agamanya

Pengertian dan Istilah Agama
Dalam arti luas, agama merupakan suatu kepercayaan, keyakian, ajaran kepada Tuhan, yang dianut oleh seseorang dan diamalkan dalam kehidupan mereka. Agama pada hakikatnya adalah bagaimana hubungan manusia dengan Tuhannya. Namun beberapa tokoh di Indonesia mempunyai definisi yang berbeda-beda tentang apa yang disebut dengan agama. Rumusan-rumusan definisi tentang agama yang dibuat oleh orang, relatif besar tidak kurang dari 48 macam definisi agama. Religi Dalam istilah ada kata Religi dan al-Din, cakupan kata Din meliputi kata Agama dan Religi, yaitu ibadah vertikal dan horizontal, dan dikatakan lebih kompleks dibandingkan dua trem tersebut (Agama & Religi).
Cara-Cara Manusia Beragama  : Setiap manusia dalam beragama dan keberagamaannya mempunyai perbedaan masing-masing.
Cara Mistisisme, cara manusia menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya. Cara Penalaran atau pikiran, Cara ini penekanannya adalah pada aspek rasionalitas dari sebuah ajaran agama. Cara Amal Saleh, menekankan pada penghayatan dan pengamlan agama pada aspek peribadatan. Cara Sinkretisme, Penggabungan ajaran dan pengmalan agama yang berbeda satu sama lain.
Urgensi Agama Bagi Manusia : Pada Hakikatnya, manusia sejak mulanya sudah mempunyai fitrah dan kecenderungan untuk mempunyai sebuah agama yang didasarkan pada perasaan dan kesadarannya.
Proses Keberagamaan : menyebutkan dua teori yaitu, Teori Wahyu (agama berasal dari Tuhan Pencipta yang diturunkan kepada manusia bersamaan dengan penciptaan manusia Adam nabi pertama) dan Teori Antropologis.
Bentuk-bentuk agama : Agama yang dianut oleh manusia dikelompokan dua, Agama Kebudayaan (cultural religion) yaitu agama yang bukan berasal dari tuhan tetapi hasil proses antropologis dari adat istiadat dan melembaga menjadi agama formal. Agama samawi atau agama wahyu (revealed religions), yaitu agama yag diwahyukan dari Tuhan melalui Malaikat kepada utusanNya yang dipilih dari manusia.
1.Spiritualisme : agama penyembah sesuatu yang gaib.
   -  Agama ketuhanan : Monoteisme, Politeisme
  -  Agama Penyembah Roh (merupakan kepercayaan orang primitif) :
    Animisme, Pra-animisme
2. Materialisme : agama materialisme lebih menekankan kepada pengakuan fisik material patung pengagunagn jiwa yang ada dalam berhala atau bangunan tertentu.